BANK 2
Jari-jemariku
mulai bergerak serentakan nada yang ku dengar di kedua telinga ku sengaja ku
sumbatkan headset ini ditelinga ku agar hanya aku yang dapat mendengarkan
lantunan suara-suara yang membuat ragaku damai meski banyak orang yang
mengatakan nada-nada ini sangat bertentangan dengan kebiasaanku selama ini. Ya
aku egois aku bahkan tak membiarkan orang lain mendengarkan ragaku yang
bergejolak mengirup ketenangan batin. Boleh sajakah insan ini melantunkan
syair-syair yang berdengung bergema lara di dada. Aku ya aku tak mungkin harus
menyelesaikan satu lembar kertas ini dengan pikir khayalku saja karena untuk
saat ini aku bersyukur masih di perbolehkan untuk berkhayal. Setelah mungkin
dua minggu aku tidak berada di asal ku. Aku mulai merasakan dunia luar tapi
bukan dunia liar, hidup dikota orang lain dengan tujuan menuju masa depan,
merangkak perlahan dengan membiasakan diri untuk beradaptasi didaerah yang
belum biasa aku terima, namun jika aku tolak aku akan lelah sendiri. Enak aja
aku gak mau lelah sendiri kenapa tidak bersenang-senang bersama saja di sana.
Komentar
Posting Komentar